166gda5P8JBiWKJQtoENvT1q58drvJKqaLA2JGMe
Bookmark

Fenomena Munculnya The Nonis di USA, dan Pengaruh Global Bagi Eksistensi Agama Agama Besar

Oleh  : Agus Widjajanto 

Jakarta, retorika.space~Bahwa  setiap negara tentu mempunyai budaya latar belakang sejarah, karakteristik masyarakat nya, yang sangat mempengaruhi penyebaran Agama pada negara tersebut. Demikian juga di Amerika Serikat. Di Indonesia yang mssyarakat nya pluralis dengan latar belakang budaya mistisme yang sejak dulu telah berurat berakar yang menurut penelitian terlahir kepercayaan dinamisme animisme yang sesungguh nya juga kurang tepat karena ada terlebih dahulu agama Kapitayan yakni keyakinan yang telah ada yang ajaranya belum dikodifikasikan dalam bentuk buku / kitab dalam dogma, tentu berbeda dengan kultur masyarakat Amerika Serikat yang lebih mengedepankan rasionalitas, karena faktor pendidikan budaya ekonomi lebih mapan secara struktural dalam lingkup sosiologi nya. 


Masyarakat Amerika Serikat Saat ini terjadi fenomena dimana mengalami perubahan signifikan dalam hal afiliasi agama dan spiritualitas. Sekitar 30% penduduk Amerika Serikat atau 104 juta orang penduduk Amerika serikat dari total jumlah penduduk berdasarkan sensur terahir berjumlah 348 juta jiwa, dimana jumlah tersebut terjadi fenomena tidak lagi terafiliasi dengan agama resmi, tetapi masih berperilaku secara spiritual yang mengedepankan tetap berlaku kasih sesama dan rasa kemanusiaan bagi penduduk nya, Beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan ini adalah:


- Perubahan Sosial dan Budaya: Amerika Serikat memiliki keberagaman etnis dan budaya yang tinggi, yang mempengaruhi pandangan dan perilaku spiritual masyarakat.

- Sekularisme dan Individualisme: Masyarakat Amerika Serikat semakin sekuler dan individualis, yang membuat orang lebih fokus pada spiritualitas pribadi daripada agama tradisional.

- Pengaruh Psikologi dan Mistisisme: Psikologi humanistik dan mistisisme telah mempengaruhi pandangan spiritual masyarakat Amerika Serikat, membuat orang lebih fokus pada pengalaman spiritual pribadi.

- Perkembangan Teknologi dan Media: Teknologi dan media telah memungkinkan penyebaran informasi spiritual dan agama lebih luas, membuat orang lebih mudah mengakses dan memilih spiritualitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

- Krisis Kepercayaan pada Agama Tradisional: Beberapa orang merasa tidak puas dengan agama tradisional dan mencari spiritualitas yang lebih personal dan fleksibel 


Perubahan ini menunjukkan bahwa masyarakat Amerika Serikat semakin mencari spiritualitas yang lebih personal dan fleksibel, bukan hanya mengandalkan agama tradisional.


Akhir nya masyarakat di Amerika yang merasa tidak puas dengan jawaban yang serba dogmatis yang menekankan kebenaran mutlak yang tidak boleh dibantah  dengan akal budi sekalipun, maka mereka mencari format baru dan memandang diantaranya adalah bahwa ajaran yang mirip ajaran 

Budhisme yang dianggap ajaran  agama yang sangat selaras dengan ilmu pengetahuan modern, karena ajarannya yang menekankan pada observasi, analisis, dan pengalaman pribadi.


Budhisme tidak mengajarkan dogma yang harus diterima secara buta, melainkan mendorong pengikutnya untuk mencari kebenaran melalui pengalaman dan pemahaman sendiri. Ajaran Buddha tentang hukum sebab akibat (pratityasamutpada) juga sangat selaras dengan konsep ilmiah tentang kausalitas dan hukum alam.


Keheningan dan meditasi juga merupakan bagian penting dari praktik Budhisme, yang membantu pengikutnya untuk mencapai kesadaran dan pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri dan dunia sekitar.


Dengan demikian, Budhisme dapat dianggap sebagai agama yang sangat kompatibel dengan ilmu pengetahuan modern, dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang mencari kebenaran dan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan.


Faktor kegagalan agama resmi samawi (Kristen, Yahudi, Islam) di Amerika Serikat yang membuat masyarakat menjadi "the nonis" (tidak berafiliasi dengan agama resmi) adalah:


- Krisis Kepercayaan: Banyak orang merasa tidak puas dengan doktrin dan praktik agama resmi, yang dianggap terlalu dogmatis dan tidak relevan dengan kehidupan modern.

- Skandal dan Kontroversi: Skandal dan kontroversi dalam agama resmi, seperti kasus pelecehan seksual oleh pendeta, telah merusak kepercayaan masyarakat.

- Sekularisme dan Pluralisme: Amerika Serikat memiliki keberagaman etnis dan budaya yang tinggi, yang membuat orang lebih terbuka terhadap ide-ide sekuler dan pluralisme.

- Perubahan Sosial dan Budaya: Perubahan sosial dan budaya, seperti gerakan hak-hak sipil dan feminisme, telah membuat orang mempertanyakan otoritas agama resmi.

- Kurangnya Relevansi: Agama resmi dianggap tidak relevan dengan kehidupan modern dan tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan eksistensial masyarakat.

- Pengaruh Psikologi dan Mistisisme: Psikologi humanistik dan mistisisme telah mempengaruhi pandangan spiritual masyarakat Amerika Serikat, membuat orang lebih fokus pada pengalaman spiritual pribadi.

- Keterlibatan yang Lemah: Banyak orang merasa bahwa agama resmi tidak terlibat dalam isu-isu sosial dan politik yang penting, seperti keadilan sosial dan lingkungan.


Ya, banyak orang yang menjadi "the nonis" karena merasa bahwa agama samawi tidak mampu menjawab dan bertabrakan dengan ilmu pengetahuan modern, khususnya fisika kuantum dan teori Big Bang.


Beberapa alasan yang membuat agama samawi dianggap tidak mampu menjawab dan bertabrakan dengan ilmu pengetahuan modern adalah:


- Konflik antara Sains dan Agama: Banyak orang merasa bahwa agama samawi memiliki pandangan yang bertentangan dengan penemuan ilmiah, seperti teori evolusi dan Big Bang.

- Kurangnya Penjelasan Ilmiah: Agama samawi sering kali tidak memberikan penjelasan ilmiah yang memadai tentang fenomena alam, sehingga membuat orang mencari jawaban di tempat lain.

- Dogma yang Tidak Fleksibel: Agama samawi sering kali memiliki dogma yang tidak fleksibel dan tidak dapat disesuaikan dengan penemuan ilmiah baru.

- Kurangnya Integrasi dengan Sains: Agama samawi sering kali tidak mengintegrasikan penemuan ilmiah ke dalam doktrin dan praktiknya, sehingga membuat orang merasa bahwa agama tidak relevan dengan kehidupan modern.


Fisika kuantum dan teori Big Bang adalah contoh penemuan ilmiah yang membuat orang mempertanyakan pandangan agama samawi.Teori Big Bang, misalnya, menunjukkan bahwa alam semesta memiliki awal dan akhir, yang bertentangan dengan pandangan agama samawi tentang penciptaan.


Yang lalu orang mulai banyak yang menjadi "the nonis" akhirnya mencari format spiritual sendiri di luar agama resmi samawi, dan beberapa di antaranya tertarik dengan ajaran Budhisme.


Beberapa alasan yang membuat Budhisme menarik bagi orang-orang ini adalah:


- Fokus pada Pengalaman Pribadi: Budhisme menekankan pentingnya pengalaman pribadi dan introspeksi, yang sesuai dengan kebutuhan spiritual orang-orang yang mencari format spiritual sendiri.

- Tidak Dogmatis: Budhisme tidak memiliki dogma yang kaku, sehingga memungkinkan orang untuk mengeksplorasi dan memahami ajarannya dengan cara yang lebih fleksibel.

- Integrasi dengan Sains: Budhisme memiliki kesamaan dengan sains dalam hal penekanan pada observasi dan analisis, sehingga membuat orang merasa bahwa Budhisme lebih relevan dengan kehidupan modern.

- Fokus pada Kesejahteraan: Budhisme menekankan pentingnya kesejahteraan dan kebahagiaan, yang sesuai dengan kebutuhan spiritual orang-orang yang mencari format spiritual sendiri.


Beberapa contoh format spiritual yang diadopsi oleh orang-orang "the nonis" yang terinspirasi oleh Budhisme adalah:


- Mindfulness: Praktik mindfulness yang berasal dari Budhisme telah menjadi populer di Barat, dan banyak orang yang mengadopsi praktik ini sebagai bagian dari format spiritual mereka.

- Meditasi: Meditasi adalah praktik yang umum dalam Budhisme, dan banyak orang yang mengadopsi praktik ini sebagai cara untuk mencapai ketenangan dan kesadaran.

- Spiritualitas Alam: Beberapa orang yang menjadi "the nonis" tertarik dengan spiritualitas alam yang terinspirasi oleh Budhisme, yang menekankan pentingnya hubungan dengan alam dan lingkungan.


Akhir nya masyarakat di Amerika yang merasa tidak puas dengan jawaban yang serba dogmatis yang menekankan kebenaran mutlak yang tidak boleh dibantah  dengan akal budi sekalipun , maka mereka mencari format baru dan memandang diantaranya adalah bahwa 

Budhisme adalah agama yang sangat selaras dengan ilmu pengetahuan modern, karena ajarannya yang menekankan pada observasi, analisis, dan pengalaman pribadi.


Budhisme tidak mengajarkan dogma yang harus diterima secara buta, melainkan mendorong pengikutnya untuk mencari kebenaran melalui pengalaman dan pemahaman sendiri. Ajaran Buddha tentang hukum sebab akibat (pratityasamutpada) juga sangat selaras dengan konsep ilmiah tentang kausalitas dan hukum alam.


Keheningan dan meditasi juga merupakan bagian penting dari praktik Budhisme, yang membantu pengikutnya untuk mencapai kesadaran dan pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri dan dunia sekitar.


Dengan demikian, Budhisme dapat dianggap sebagai agama yang sangat kompatibel dengan ilmu pengetahuan modern, dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang mencari kebenaran dan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan.

 

Seperti kita ketahui bersama dalam Ilmu pengetahuan modern dikenal dengan Teory Evolusi

Teori evolusi:  Salah satu konsep ilmiah yang paling penting dan berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan. Teori evolusi menjelaskan bagaimana spesies hidup berubah dan berkembang seiring waktu melalui proses seleksi alam dan variasi genetik.


Teori evolusi pertama kali dikemukakan oleh Charles Robert Darwin pada tahun 1859 dalam bukunya "On the Origin of Species". Darwin mengemukakan bahwa spesies hidup berubah melalui proses seleksi alam, di mana individu yang memiliki sifat yang lebih sesuai dengan lingkungan mereka lebih mungkin untuk bertahan hidup dan bereproduksi.


Beberapa prinsip dasar teori evolusi adalah:


- Variasi genetik: Semua spesies memiliki variasi genetik, yaitu perbedaan dalam DNA yang menyebabkan perbedaan dalam sifat dan karakteristik.

- Seleksi alam: Lingkungan memilih individu yang memiliki sifat yang lebih sesuai untuk bertahan hidup dan bereproduksi.

- Adaptasi: Spesies berubah dan beradaptasi dengan lingkungan mereka melalui proses seleksi alam.

- Spesiasi: Spesies baru dapat terbentuk melalui proses isolasi geografis dan perubahan genetik.


Teori evolusi telah didukung oleh banyak bukti ilmiah, termasuk:


- Fosil: Fosil menunjukkan perubahan dalam bentuk dan struktur spesies seiring waktu.

- Genetika: Studi genetika menunjukkan bahwa spesies yang terkait memiliki DNA yang mirip.

- Biogeografi: Distribusi spesies di Bumi menunjukkan pola yang sesuai dengan teori evolusi.


Teori evolusi telah menjadi dasar bagi banyak bidang ilmu pengetahuan, termasuk biologi, genetika, dan ekologi.


Lalu Teori Big Bang adalah: Salah satu konsep ilmiah yang paling penting dan berpengaruh dalam sejarah kosmologi. Teori Big Bang menjelaskan bagaimana alam semesta terbentuk dan berkembang sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu.


Teori Big Bang pertama kali dikemukakan oleh Georges Lemaitre pada tahun 1927, dan kemudian dikembangkan oleh Edwin Hubble dan lainnya. Teori ini menjelaskan bahwa alam semesta terbentuk dari ledakan besar yang sangat panas dan padat, yang kemudian mengembang dan mendingin untuk membentuk struktur alam semesta yang kita lihat hari ini.


Beberapa prinsip dasar teori Big Bang adalah


- Ledakan besar: Alam semesta terbentuk dari ledakan besar yang sangat panas dan padat.

- Pengembangan: Alam semesta mengembang dan mendingin setelah ledakan besar.

- Pembentukan struktur: Struktur alam semesta, seperti bintang, galaksi, dan gugus galaksi, terbentuk melalui proses gravitasi dan pengembangan.

- Radiasi latar belakang: Radiasi latar belakang kosmik (CMB) adalah sisa-sisa panas dari ledakan besar yang masih dapat dideteksi hari ini.


Teori Big Bang telah didukung oleh banyak bukti ilmiah, termasuk:


- Radiasi latar belakang: CMB telah dideteksi dan dipelajari secara luas, dan menunjukkan bahwa alam semesta memang terbentuk dari ledakan besar.

- Pengembangan alam semesta: Observasi pengembangan alam semesta menunjukkan bahwa alam semesta memang mengembang.

- Kelimpahan unsur: Kelimpahan unsur-unsur ringan, seperti hidrogen dan helium, sesuai dengan prediksi teori Big Bang.

- Struktur alam semesta: Struktur alam semesta, seperti gugus galaksi, sesuai dengan prediksi teori Big Bang.


Teori Big Bang telah menjadi dasar bagi banyak bidang ilmu pengetahuan, termasuk kosmologi, astrofisika, dan fisika partikel.


Banyak orang yang menjadi "the nonis" karena merasa bahwa agama samawi tidak mampu menjawab dan bertabrakan dengan ilmu pengetahuan modern, khususnya fisika kuantum dan teori Big Bang.


Beberapa alasan yang membuat agama samawi dianggap tidak mampu menjawab dan bertabrakan dengan ilmu pengetahuan modern adalah:


- Konflik antara Sains dan Agama: Banyak orang merasa bahwa agama samawi memiliki pandangan yang bertentangan dengan penemuan ilmiah, seperti teori evolusi dan Big Bang.

- Kurangnya Penjelasan Ilmiah: Agama samawi sering kali tidak memberikan penjelasan ilmiah yang memadai tentang fenomena alam, sehingga membuat orang mencari jawaban di tempat lain.

- Dogma yang Tidak Fleksibel: Agama samawi sering kali memiliki dogma yang tidak fleksibel dan tidak dapat disesuaikan dengan penemuan ilmiah baru.

- Kurangnya Integrasi dengan Sains: Agama samawi sering kali tidak mengintegrasikan penemuan ilmiah ke dalam doktrin dan praktiknya, sehingga membuat orang merasa bahwa agama tidak relevan dengan kehidupan modern.


Fisika kuantum dan teori Big Bang adalah contoh penemuan ilmiah yang membuat orang mempertanyakan pandangan agama samawi. Teori Big Bang, misalnya, menunjukkan bahwa alam semesta memiliki awal dan akhir, yang bertentangan dengan pandangan agama samawi tentang penciptaan.


Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang yang menjadi "the nonis" karena alasan ini, dan ada banyak orang yang masih mempraktikkan agama samawi sambil mengintegrasikan penemuan ilmiah ke dalam pandangan mereka.


Apakah aliran the nonis di Amerika Serikat akan merambah dan berkembang juga di asia dan belahan dunia Lain? 


Aliran "the nonis" di Amerika Serikat, yang merujuk pada orang-orang yang tidak berafiliasi dengan agama resmi, memang memiliki potensi untuk menyebar ke Asia dan seluruh dunia. Perubahan ini dapat mempengaruhi tatanan agama dan kepercayaan, bahkan mungkin melahirkan agama baru.


Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penyebaran aliran "the nonis" adalah


- Globalisasi dan teknologi: Kemajuan teknologi dan globalisasi memungkinkan penyebaran informasi dan ide-ide spiritual lebih luas, membuat orang lebih mudah mengakses dan memilih spiritualitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

- Perubahan sosial dan budaya: Perubahan sosial dan budaya, seperti peningkatan kesadaran akan keberagaman dan toleransi, dapat membuat orang lebih terbuka terhadap spiritualitas yang berbeda.

- Krisis kepercayaan pada agama tradisional: Beberapa orang merasa tidak puas dengan doktrin dan praktik agama tradisional, sehingga mencari spiritualitas yang lebih personal dan fleksibel.


Namun, perlu diingat bahwa penyebaran aliran "the nonis" juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lokal, seperti budaya, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat.


Beberapa contoh agama baru yang telah lahir dalam beberapa dekade terakhir adalah 

- Baha'i: Agama monoteistik yang lahir di Iran pada abad ke-19, menekankan kesetaraan dan keselarasan umat manusia.

- Cao Đài: Agama sinkretis yang lahir di Vietnam pada tahun 1926, menggabungkan elemen-elemen dari agama-agama besar.

- Raelianisme: Gerakan keagamaan baru yang lahir pada tahun 1974, mengajarkan bahwa manusia diciptakan oleh alien.


Perlu diingat bahwa perkembangan agama dan spiritualitas sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga sulit untuk memprediksi secara pasti bagaimana aliran "the nonis" akan mempengaruhi tatanan agama dan kepercayaan di masa depan.


Aliran "the nonis" memang merupakan tantangan bagi kaum agamawan untuk menjawab pertanyaan kritis mereka. Kaum agamawan harus siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:


- Apa tujuan hidup?

- Apa makna kehidupan?

- Bagaimana kita dapat mencapai kebahagiaan?

- Apa yang terjadi setelah kematian?


Kaum agamawan harus dapat memberikan jawaban yang memuaskan dan relevan dengan kebutuhan spiritual dan emosional masyarakat modern. Mereka harus dapat menunjukkan bahwa agama masih relevan dan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kritis yang dihadapi oleh masyarakat.


Beberapa tantangan yang dihadapi oleh kaum agamawan adalah:


- Meningkatkan kesadaran spiritual: Kaum agamawan harus dapat meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat dan membantu mereka memahami makna kehidupan.

- Menjawab pertanyaan kritis: Kaum agamawan harus dapat menjawab pertanyaan kritis yang dihadapi oleh masyarakat, seperti pertanyaan tentang tujuan hidup dan makna kehidupan.

- Mengintegrasikan sains dan agama: Kaum agamawan harus dapat mengintegrasikan sains dan agama, dan menunjukkan bahwa keduanya tidak bertentangan.

- Meningkatkan toleransi dan inklusivitas: Kaum agamawan harus dapat meningkatkan toleransi dan inklusivitas, dan menunjukkan bahwa agama dapat menjadi sumber kebaikan dan kebahagiaan bagi semua orang.


Dengan demikian, kaum agamawan dapat menjawab tantangan yang dihadapi oleh aliran "the nonis" dan menunjukkan bahwa agama masih relevan dan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kritis yang dihadapi oleh masyarakat.


Penulis adalah pemerhati sosial budaya.

0

Posting Komentar