Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Karyoto, menyampaikan bahwa pengamanan mudik akan dilakukan melalui Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Hal tersebut disampaikan Karyoto saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, Operasi Ketupat tahun ini dipimpin oleh Kakorlantas Polri sebagai kepala operasi khusus (kaopsus) dengan dukungan berbagai satuan di bawah Polri, termasuk Ditpamobvit, Korsabhara, serta Baharkam sebagai wakil kepala operasi.
“Dalam operasi ini, ribuan personel kepolisian dibantu oleh TNI, Dinas perhubungan, satpol PP, dan instansi terkait lainnya dikerahkan untuk mengamankan jalur-jalur utama mudik seperti terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, serta pusat-pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan dan tempat wisata. Total personal Polri yang dilibatkan sebanyak 89.228 personel,” ungkap Karyoto.
Pos Pengamanan hingga Rekayasa Lalu Lintas Selain pengerahan personel, kepolisian juga akan mendirikan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis guna membantu masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Polri juga menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas guna mengurangi potensi kemacetan di jalur utama mudik, seperti penerapan sistem one way, contraflow, hingga pembatasan kendaraan berat.
“Aparat kepolisian juga melakukan patroli rutin guna mencegah tindak kriminal seperti pencurian, penjambretan, dan perampokan yang kerap meningkat pada saat musim mudik,” jelasnya.
Ambulans Udara Disiagakan di Rest Area Sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di perjalanan, Baharkam Polri menyiapkan dua unit ambulans udara. Kendaraan medis tersebut disiapkan untuk merespons cepat apabila terjadi kecelakaan atau insiden selama arus mudik.
Namun, saat ini ambulans udara tersebut masih difokuskan di wilayah Pulau Jawa.
“Pesawat dan heli satu unit Beechcraft standby di Mako Ditpol Udara Tangerang, dua unit ambulans udara standby di rest area Kalikangkung dan rest area KM 29, serta satu unit heli Dauphin AS 365N3 yang standby di mako Ditpoludara Tangerang,” ungkapnya.
Selain itu, Baharkam juga menyiagakan dua kapal polisi yang ditempatkan di Pelabuhan Merak, Banten, serta jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Dukungan lainnya meliputi 35 kapal imbangan dan 10 helikopter imbangan untuk memperkuat pengamanan selama operasi berlangsung.
Personel Baharkam yang Dikerahkan Dalam Operasi Ketupat 2026, Baharkam Polri menurunkan total 548 personel, yang terdiri dari:
Korbinmas: 11 personel
Korsabhara: 388 personel
Korpolairud: 149 personel
Personel tersebut akan disebar untuk membantu pengamanan serta pelayanan masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.
Sejumlah Tantangan dalam Operasi Ketupat Meski berbagai persiapan telah dilakukan, Karyoto mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan operasi tahun ini.
Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan jumlah Bhabinkamtibmas yang idealnya ditempatkan di setiap desa atau kelurahan. Namun, keterbatasan sarana transportasi serta anggaran di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) membuat kebutuhan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi.
Selain itu, Polri juga menghadapi keterbatasan personel samapta untuk membantu pengamanan aksi penyampaian pendapat berskala nasional, kekurangan pawang serta paramedis hewan, hingga kebutuhan peremajaan satwa kepolisian dan kuda Turangga.
Keterbatasan bahan latihan seperti narkotika sintetis, bahan SAR, serta bahan peledak juga menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan kemampuan satwa kepolisian yang digunakan dalam berbagai operasi pengamanan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Polri berharap pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.



Posting Komentar