166gda5P8JBiWKJQtoENvT1q58drvJKqaLA2JGMe
Bookmark

Survei Litbang Kompas 2026: Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat, DPR hingga Tokoh Masyarakat Beri Apresiasi

Retorika.space- Hasil Survei Litbang Kompas Tahun 2026 yang menunjukkan meningkatnya tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator positif atas berbagai upaya pembenahan internal, peningkatan pelayanan, serta penguatan profesionalisme yang dilakukan institusi kepolisian.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai meningkatnya kepercayaan publik menunjukkan bahwa berbagai langkah yang ditempuh Polri telah memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Sahroni, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan, serta memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

“Tingginya kepercayaan publik menunjukkan bahwa kerja keras Polri ini nyata dirasakan oleh masyarakat. Ini adalah buah dari kerja keras Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Sigit,” kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Meski demikian, Sahroni mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat institusi kepolisian berpuas diri. Ia menilai hasil survei harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, serta memperkuat hubungan dengan masyarakat.

“Selanjutnya jangan lengah dan tetap pertahankan kinerja baik ini. Ke depan harus lebih baik lagi, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya.

Sahroni juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih perlu menjadi perhatian Polri, antara lain penanganan kejahatan jalanan, pemberantasan premanisme, peredaran narkoba, hingga kejahatan berbasis digital. Ia optimistis tingkat kepercayaan masyarakat akan terus meningkat apabila Polri konsisten menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Pandangan serupa disampaikan pengamat sosial Hizkia Darmayana. Ia menilai kenaikan tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri mulai dirasakan masyarakat.

“Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut perlu diiringi dengan komitmen memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan.

Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir.

“Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, Tokoh Muda Santri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Al-Quran Narukan, KH. Zaimul Umam, Ns., turut mengapresiasi hasil Survei Litbang Kompas Tahun 2026 yang menunjukkan meningkatnya tingkat kepercayaan, kepuasan, dan citra positif masyarakat terhadap Polri.

Menurut Zaimul Umam, peningkatan tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan mencerminkan adanya kerja keras dan pengabdian yang mulai dirasakan masyarakat.

“Sebagai bagian dari masyarakat pesantren, kami menyambut baik hasil Survei Litbang Kompas Tahun 2026 yang menunjukkan meningkatnya tingkat kepercayaan, kepuasan, dan citra positif masyarakat terhadap Polri. Peningkatan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan adanya ikhtiar, kerja keras, dan pengabdian yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran aparat kepolisian yang dekat dengan masyarakat menjadi kebutuhan penting, termasuk di lingkungan pesantren, terutama di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi.

‘Ketika masyarakat merasa aman, para santri dapat belajar dengan tenang, para orang tua merasa tenteram, dan kehidupan sosial dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Zaimul berharap sinergi antara Polri, ulama, santri, serta lembaga pendidikan keagamaan terus diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, seperti penyalahgunaan narkoba, radikalisme, kekerasan terhadap anak, perundungan, hingga dampak negatif perkembangan media digital.

“Pada akhirnya, kami meyakini bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Ketika polisi dekat dengan ulama, santri, dan masyarakat, maka akan lahir suasana yang sejuk, damai, dan penuh kepercayaan,” ungkapnya.

Ia berharap Polri dapat terus menjaga amanah masyarakat dengan mengedepankan ketulusan dalam setiap pengabdian.

“Semoga Polri terus menjaga amanah ini, karena kepercayaan masyarakat adalah kehormatan yang harus dirawat dengan ketulusan pengabdian,” tutup Zaimul Umam

Posting Komentar

Posting Komentar