Ia kemudian menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sespimti Polri pada 2018. Suyudi pernah menduduki sejumlah jabatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, seperti Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolsek Metro Penjaringan, Wakapolres Metro Jakarta Barat, Kapolres Metro Jakarta Pusat, hingga Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Dalam perjalanan kariernya di Polda Metro Jaya, sejumlah kasus menonjol turut ditangani jajaran yang dipimpinnya.
Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto memiliki rekam jejak dalam menangani berbagai kasus kejahatan saat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, termasuk kasus mafia tanah dan properti:
Pengungkapan Sindikat Mafia Tanah (Februari 2020): Subdit 2 Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN berhasil membongkar sindikat mafia tanah yang menggunakan sertifikat palsu dan KTP elektronik ilegal. Polisi mengamankan 10 tersangka.
Sindikat Penipuan Rumah Mewah (Agustus 2019): Mengungkap sindikat penipuan jual beli rumah mewah bernilai puluhan miliar rupiah yang melibatkan dokumen dan notaris palsu
Keahlian Reserse: Berlatar belakang kuat sebagai perwira reserse yang juga menangani berbagai kasus besar nasional, seperti pengungkapan kasus penyerangan Novel Baswedan dan pembunuhan berencana
Suyudi Pernah menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, Kepala BNN (2025), hingga resmi dilantik dan disetujui DPR sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada 1 Oktober 2026



Posting Komentar