166gda5P8JBiWKJQtoENvT1q58drvJKqaLA2JGMe
Bookmark

Membangun Karakter Bangsa Dalam Sistem Pendidikan Yang Berorientasi International

Oleh : Agus Widjajanto 

Jakarta, retorika.space~Presiden Prabowo Subianto telah mengajak universitas-universitas terkemuka Inggris untuk bekerja sama mendirikan 10 universitas baru di Indonesia, dengan fokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi. Universitas-universitas ini akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dan mengatasi kekurangan tenaga medis, terutama dokter dan dokter gigi. Mahasiswa yang diterima akan berasal dari lulusan terbaik dan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah 

Beberapa universitas Inggris yang telah menyatakan minat untuk bekerja sama adalah King’s College London, Imperial College London, University of Oxford, University of Cambridge, University of Edinburgh, London School of Economics, dan Queen Mary University

Universitas-universitas baru ini diharapkan dapat mulai menerima mahasiswa pada tahun 2028 dan menjadi pusat pendidikan dan penelitian yang inovatif, serta meningkatkan posisi Indonesia di tingkat global.

Menyangkut Kewajiban mencerdaskan kehidupan Bangsa dimana Amanat dalam Kontitusi tertulis kita menyangkut kewajiban negara dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu pada alinea ke-4 yang berbunyi:

Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."

Namun, amanat mencerdaskan kehidupan bangsa lebih spesifik tercantum dalam Pasal 31 UUD 1945, yaitu:

"(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

(2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang."

Amanat ini menekankan pentingnya pendidikan sebagai hak asasi manusia dan kewajiban pemerintah untuk menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang berkualitas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Harus diakui memangIndonesia memang masih tertinggal dalam bidang pendidikan dibandingkan dengan negara-negara Persemakmuran Inggris. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah:

- Kualitas Guru: Guru-guru di Indonesia masih memiliki kualitas yang belum merata, dengan skor rata-rata tes kemampuan guru hanya 53% pada 2015.

- Kurangnya Infrastruktur: Infrastruktur pendidikan di Indonesia masih belum merata, terutama di daerah-daerah tertinggal.

- Sistem Pendidikan yang Terpusat: Sistem pendidikan di Indonesia masih terpusat, sehingga kurang fleksibel dan tidak dapat menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.

- Kurangnya Fokus pada Praktik: Pendidikan di Indonesia masih lebih fokus pada teori daripada praktik, sehingga siswa kurang memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

- Bahasa: Indonesia memiliki banyak bahasa daerah, sehingga dapat menjadi tantangan dalam implementasi sistem pendidikan nasional.

Sementara itu, negara-negara Persemakmuran Inggris seperti Singapura dan Malaysia memiliki sistem pendidikan yang lebih maju dan fleksibel, dengan fokus pada praktik dan keterampilan siswa. Mereka juga memiliki infrastruktur pendidikan yang lebih baik dan guru-guru yang lebih berkualitas 

Namun, perlu diingat bahwa Indonesia telah membuat kemajuan dalam bidang pendidikan, dan masih ada upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negara ini.

Untuk itu APBN Indonesia untuk bidang pendidikan dan riset memang perlu ditingkatkan untuk kemajuan generasi kedepan. Saat ini, alokasi anggaran pendidikan di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

- Alokasi Anggaran Pendidikan: APBN 2023 mengalokasikan Rp 612,3 triliun untuk bidang pendidikan, atau sekitar 20% dari total APBN. Namun, ini masih kurang dari target 20% dari PDB (Produk Domestik Bruto) yang direkomendasikan oleh UNESCO.

- Riset dan Pengembangan: Alokasi anggaran untuk riset dan pengembangan masih sangat rendah, yaitu hanya sekitar 0,2% dari PDB, jauh di bawah target 1% dari PDB yang direkomendasikan oleh UNESCO.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, pemerintah perlu meningkatkan alokasi anggaran untuk:

- Guru dan Dosen: Meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru dan dosen.

- Infrastruktur Pendidikan: Meningkatkan infrastruktur pendidikan, seperti sekolah, laboratorium, dan perpustakaan.

- Riset dan Pengembangan: Meningkatkan riset dan pengembangan, terutama di bidang sains dan teknologi.

- Beasiswa dan Bantuan Pendidikan: Meningkatkan beasiswa dan bantuan pendidikan untuk siswa dan mahasiswa kurang mampu.

Dengan meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan dan riset, Indonesia dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan daya saing di tingkat global.

Namun kemajuan sebuah pendidikan yang berorientasi bertaraf International jangan pernah menghilangkan karakter dan jati diri bangsa, dimana Membangun sistem pendidikan yang maju dan berkarakter ke-Indonesiaan memerlukan pendekatan yang holistik dan terintegrasi dalam membangun sebuah karakter Bangsa yang berorientasi Ke Indonesiaan . Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan:

1. Mengintegrasikan Local Wisdom: Mengintegrasikan local wisdom dan nilai-nilai ke-Indonesiaan ke dalam kurikulum pendidikan, sehingga siswa dapat memahami dan menghargai warisan budaya dan sejarah bangsa.

2. Pendidikan Karakter: Menekankan pendidikan karakter yang berfokus pada nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, serta mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa.

3. Kurikulum yang Relevan: Mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman dan industri, serta memasukkan mata pelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang sains, teknologi, dan bahasa.

4. Guru yang Berkualitas: Meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan dan pengembangan profesional, serta memberikan insentif dan penghargaan bagi guru yang berprestasi.

5. Teknologi dan Inovasi: Menggunakan teknologi dan inovasi dalam proses pembelajaran, seperti e-learning, virtual reality, dan artificial intelligence, untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan.

6. Kerjasama Internasional: Mengembangkan kerjasama dengan institusi pendidikan internasional untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan, serta memfasilitasi pertukaran pelajar dan dosen.

7. Evaluasi dan Monitoring: Melakukan evaluasi dan monitoring secara terus-menerus terhadap sistem pendidikan, untuk memastikan bahwa tujuan pendidikan tercapai dan kualitas pendidikan meningkat.

Dengan mengimplementasikan strategi-strategi tersebut, Indonesia dapat membangun sistem pendidikan yang maju, berkarakter ke-Indonesiaan, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Bahwa pembangunan manusia Indonesia tidak hanya fisik nya, namun juga 

Membangun jiwa dan raga siswa melalui pendidikan sangat penting untuk membentuk karakter bangsa yang kuat dan berintegritas. Berikut beberapa cara untuk mencapai hal tersebut:

1. Pendidikan Karakter: Mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kurikulum, dengan fokus pada nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.

2. Aktivitas Ekrakurikuler: Menyediakan aktivitas ekrakurikuler yang dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan fisik, seperti olahraga, seni, dan kegiatan sosial.

3. Pembinaan Mental: Memberikan pembinaan mental kepada siswa untuk membantu mereka mengatasi stres, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan keterampilan menghadapi tantangan.

4. Pendidikan Jasmani: Menyediakan pendidikan jasmani yang berkualitas untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental siswa.

5. Role Model: Menyediakan role model yang positif bagi siswa, seperti guru, orang tua, dan tokoh masyarakat, untuk membantu mereka membentuk karakter yang baik.

6. Lingkungan Sekolah: Menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan mendukung, dengan fokus pada keselamatan, kenyamanan, dan kebersihan.

7. Kerjasama Orang Tua: Mengajak orang tua untuk terlibat dalam proses pendidikan, sehingga mereka dapat membantu membentuk karakter anak-anak mereka.

Dengan membangun jiwa dan raga siswa melalui pendidikan, kita dapat membentuk karakter bangsa yang kuat, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan zaman dan tetap berbudaya Indonesia yang penuh toleransi terhadap sesama dalam hidup bermasyarakat yang pluralisme

Di Indonesia pernah berdiri universitas agana hindhu terbesar di Asia namanya adalah Universitas Nalendra di Dieng, Jawa Tengah, Indonesia, didirikan oleh Raja Samaratungga pada abad ke-9 Masehi. Dimana universitas tersebut menjadi tempat pendidikan biksu terbesar yang murid nya datang dari india, tibet, tiongkok khusus datang ke jawa untuk menimba ilmu. Situs Nalendra di Dieng memang merupakan salah satu situs arkeologi yang penting di Indonesia, dan dipercaya sebagai lokasi Universitas Nalendra yang pernah menjadi pusat pendidikan tinggi di Asia.

Raja Samaratungga adalah seorang raja dari Kerajaan Medang, yang memerintah Jawa pada abad ke-9 Masehi. Universitas Nalendra di Dieng didirikan sebagai pusat pendidikan tinggi yang fokus pada studi agama Buddha, filsafat, dan sains.

Situs Nalendra di Dieng telah menjadi objek penelitian dan penggalian arkeologi, dan telah ditemukan beberapa struktur bangunan dan artefak yang terkait dengan universitas tersebut. 

Kejayaan masa lalu bisa menjadi pengingat dan pemacu semangat bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar ibarat Raksasa sedang tidur , yang menanti pemimpin revolusioner dalam segala bidang untuk membangunkan Raksasa tidur tersebut. Mari kita wujudkan impian tersebut bersama sama.

Penulis adalah pemerhati sosial budaya dan sejarah bangsanya

0

Posting Komentar