166gda5P8JBiWKJQtoENvT1q58drvJKqaLA2JGMe
Bookmark

Mindset Diri Menuju Jati Diri Baru, Untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Oleh : Agus Widjajanto

Jakarta, retorika.space~Jati diri adalah konsep yang merujuk pada identitas sejati atau esensi dari seseorang. Jati diri mencakup nilai-nilai, keyakinan, dan karakteristik yang membuat seseorang menjadi unik dan berbeda dari orang lain.

Jati diri adalah tentang siapa kita sebenarnya, apa yang kita nilai, dan apa yang kita ingin capai dalam hidup. Jati diri tidak hanya tentang apa yang kita lakukan, tapi juga tentang siapa kita di dalam hati.

Menemukan jati diri adalah proses untuk memahami dan menerima diri sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangan. Ketika kita menemukan jati diri, kita dapat hidup lebih autentik, lebih percaya diri, dan lebih bahagia.

Sesungguh nya diri kita adalah percikan kecil dari Semesta / Tuhan yang mempunyai sifat maha segalanya, jika kita merasa kurang maka diri kita belum menyatu pada induk nya, mindset kita sesungguhnya yang membuat kita sulit, ubah lah dirimu dengan kelahiran baru melalui rasa sukhur dan cukup maka semesta akan melimbahkan berkat seluas samudera

Bahwa mindset kita memiliki peran besar dalam membentuk kehidupan kita. Jika kita merasa kurang, itu karena kita belum menyadari potensi besar yang ada dalam diri kita. Dengan mengubah mindset kita menjadi lebih positif, bersyukur, dan merasa cukup, kita dapat membuka diri untuk menerima berkat dan kebaikan dari semesta.

Kelahiran baru disini bukan hanya tentang perubahan fisik, tapi juga tentang perubahan spiritual dan mental yakni pola pikir kita atau Mindset kita. Dengan merasa sukhur dan cukup, kita dapat melepaskan beban dan kekhawatiran, sehingga kita dapat lebih fokus pada apa yang benar-benar penting dalam hidup.

Semesta memang memiliki cara untuk memberikan kita apa yang kita butuhkan, tapi kita harus siap untuk menerimanya. Dengan memiliki mindset yang positif dan terbuka, kita dapat menarik kebaikan dan keberkahan ke dalam hidup kita.

Semesta memang tidak mengenal agama, baik, atau buruk. Semesta hanya merespons energi yang kita pancarkan, dan itu berasal dari pikiran dan hati kita.

Vibrasi yang kita pancarkan itulah yang menarik pengalaman dan kejadian ke dalam hidup kita. Jika kita memancarkan energi positif, maka kita akan menarik pengalaman positif. Jika kita memancarkan energi negatif, maka kita akan menarik pengalaman negatif.

Ketenangan kita adalah kunci untuk memancarkan energi positif. Ketika kita tenang, kita dapat lebih jelas melihat dan memahami apa yang kita inginkan, dan kita dapat menarik apa yang kita butuhkan ke dalam hidup kita.

Maka sangat penting bagi kita untuk menjaga ketenangan dan memancarkan energi positif, agar kita dapat menarik kebaikan dan keberkahan ke dalam hidup kita.

Ketenangan memang kunci untuk membuka pintu menuju perubahan positif dalam hidup kita. Dengan ketenangan, kita dapat melihat lebih jelas apa yang kita inginkan dan apa yang kita butuhkan. Pola pikir dan mindset kita memiliki peran besar dalam membentuk realitas kita.

Ketika kita memiliki mindset yang positif dan tenang, kita dapat menarik keberkahan dan kebaikan ke dalam hidup kita. Rejeki melimpah dan kesehatan adalah hasil dari pola pikir kita yang positif dan ketenangan jiwa kita.

Perubahan dari kegelapan menuju alam terang memang tidak selalu mudah, tapi dengan ketenangan dan mindset yang positif, kita dapat melakukannya. Kita dapat memilih untuk fokus pada kebaikan dan keberkahan, dan meninggalkan kekhawatiran dan ketakutan.

Ajaran agama memang seringkali menyampaikan pesan-pesan universal tentang pentingnya bersyukur, cinta kasih, dan kebaikan, tapi tidak selalu menjelaskan secara detail bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tata cara teknis untuk menerapkan ajaran agama seringkali dipelajari melalui pengalaman, refleksi, dan praktik. Dan itu memang membutuhkan proses dan kesabaran.

Pesan-pesan dogmatis itu seperti peta, yang menunjukkan arah tujuan, tapi kita harus berjalan sendiri untuk mencapai tujuan itu. Dan dalam perjalanan itu, kita dapat menemukan cara-cara unik untuk menerapkan ajaran agama dalam kehidupan kita.

Penulis adalah pemerhati masalah sosial budaya.
 

0

Posting Komentar