166gda5P8JBiWKJQtoENvT1q58drvJKqaLA2JGMe
Bookmark

Sunatullah, Takdir dan Teory Holistik Semesta dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan Modern

Oleh : Agus Widjajanto 

Jakarta, retorika.space~Semesta (Hukum Alam) yang dalam Islam disebut Sunatullah, tidak menilai manusia dari label baik atau buruk. Bahwa semesta itu sendiri mempunyai sistem jujur, dengan cara membaca, merespon getaran batin setiap mahluk manusia, hewan bahkan tumbuhan, gunung gunung laut, samudera, sungai ngarai bahwa sesungguhnya adalah subyek bagian dari hukum sunatullah . 

Jadi walaupun terkadang manusia terlihat baik dari luar, sopan ramah, yang dipancarkan bukan hal itu tapi getaran Qolbu / hati batin nya, yang akan menarik energi semesta ( hukum alam ) itu sendiri. Jadi jikalau hati penuh luka, dendam, amarah walau tersembunyi, maka akan dipantulkan oleh semesta, yang akan kembali kepada manusia itu sendiri. 

Hal ini bukan soal siapa yang salah dan benar, tapi soal siapa yang jujur dalam dirinya, Siapa yang tidak lagi sibuk untuk membuktikan bahwa dia suci dan baik seperti kita lihat pada tayangan pada tokoh tokoh kaum agamawan, akan tetapi dia masih sibuk menyembunyikan luka hatinya dari pikiran nya sendiri, yang diciptakan dari ekspektasi pikiran nya sendiri. Karena terkadang bukan karena disakiti (dizalimi) oleh orang jahat, tapi tercipta oleh ekspektasi dari dirimu sendiri yang menciptakan , dan kasus seperti ini jutaan kerap terjadi di muka bumi. 

Terkadang setiap diri manusia diatur oleh hukum manusia, harus dan berharap mempunyai standar moral seperti diri nya, padahal sudut pandang benar dan salah ukuran untuk setiap manusia berbeda beda tergantung posisi dan sudut pandang, akan tetapi energi yang dipancarkan diri manusia kepada semesta (sunatullah) tersebut netral , dan jujur, tidak bisa berbohong dimana apa yang manusia pancarkan dalam energi nya baik energi positif maupun negatif itu yang akan tertarik dari semesta. Jadi apa yang belum selesai dari dalam dirimu itulah sesungguh nya yang akan dipantulkan oleh semesta, lewat kejadian kejadian di sekelilingmu, keluargamu, teman mu, dan orang lain, bahkan lewat rasa sakit. 

Hukum Tuhan adalah semesta itu sendiri. Yang punya hukum yang adil, dimana semesta hanya menjalankan hukum nya, yang tujuan nya bukan untuk menghukum, akan tetapi untuk menyadarkan manusia lewat cara cara hukum nya, dimana yang perlu manusia benahi adalah bukan dunia luar (Makro Cosmos) akan tetapi dunia dalam dirimu sendiri (Mikro Cosmos) dimana semesta tidak bekerja seperti hal nya manusia, yang diukur berdasarkan Moral, melalui Agama, ,budaya, atau citra luar dari manusia akan tetapi, berdasarkan getaran vibrasi yang dipancarkan, oleh diri setiap manusia, apakah energi kebaikan atau sebalik nya, 

Bahkan seorang fiksif Kahlil Gibran menyatakan " Jika Cinta Memanggilmu maka menyerahlah, jangan kamu lawan, ikuti alur nya sebab kalau tidak akan membuatmu sengsara " 

Dalam ilmu pengetahuan modern, hukum semesta ini beserta tata cara bekerjanya sudah diuraikan dalam beberapa teory fisika modern. Diantaranya adalah: 

Big Bang adalah teori ilmiah yang menjelaskan asal-usul alam semesta. Menurut teori ini, alam semesta terbentuk sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu dari ledakan besar (big bang) yang sangat panas dan padat.

Hukum Alam yang Terkait dengan Big Bang

1. Hukum Kekekalan Energi: Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain.

2. Hukum Gravitasi: Gravitasi adalah gaya tarik-menarik antara dua objek yang memiliki massa.

3. Hukum Termodinamika: Energi selalu bergerak dari keadaan yang lebih panas ke keadaan yang lebih dingin.

4. Hukum Relativitas: Waktu dan ruang adalah relatif dan dapat dipengaruhi oleh kecepatan dan gravitasi.

Hukum Alam Lainnya

1. Hukum Newton: Hukum gerak dan gravitasi yang menjelaskan bagaimana objek bergerak dan berinteraksi.

2. Hukum Elektromagnetik: Hukum yang menjelaskan bagaimana medan listrik dan medan magnet berinteraksi.

3. Hukum Kuantum: Hukum yang menjelaskan perilaku partikel-partikel kecil seperti atom dan subatom.

Hukum-hukum alam ini membantu kita memahami bagaimana alam semesta bekerja dan bagaimana Big Bang dapat menjelaskan asal-usul alam semesta .

Nikola Tesla, seorang ilmuwan dan penemu terkenal, memiliki pandangan yang unik tentang alam semesta. Ia percaya bahwa alam semesta ini adalah kumpulan dari energi cahaya atau getaran elektromagnetik.

Tesla menyatakan bahwa "Tidak ada energi dalam materi selain yang diterima dari lingkungan." Ia juga mengatakan bahwa "Jika Anda ingin menemukan rahasia alam semesta, pikirkan dalam hal energi, frekuensi, dan getaran."

Tesla percaya bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk materi, adalah manifestasi dari energi cahaya atau getaran elektromagnetik. Ia juga mengembangkan teori bahwa alam semesta adalah sebuah sistem yang harmonis dan terintegrasi, di mana segala sesuatu terhubung dan berinteraksi melalui getaran elektromagnetik.

Pandangan Tesla tentang alam semesta ini sangat berbeda dengan pandangan ilmiah mainstream pada saat itu, namun banyak ilmuwan modern yang telah mengembangkan teori serupa, seperti teori fisika kuantum dan teori string

 Alam semesta adalah sebuah sistem holistik yang terhubung dan berinteraksi, di mana setiap mahluk dan objek saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain.

Konsep Holisme

Holisme adalah konsep yang menyatakan bahwa alam semesta adalah sebuah sistem yang terintegrasi, di mana setiap bagian saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Konsep ini menyatakan bahwa tidak ada yang berdiri sendiri, dan setiap mahluk dan objek memiliki hubungan dengan yang lain.

Interaksi Alam Semesta

Alam semesta adalah sebuah jaringan yang kompleks, di mana setiap mahluk dan objek saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Interaksi ini dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti:

- Gravitasi: gaya tarik-menarik antara objek-objek

- Elektromagnetik: interaksi antara partikel-partikel bermuatan

- Kuantum: interaksi antara partikel-partikel subatom

Implikasi Holisme

Konsep holisme memiliki implikasi yang luas, seperti:

- Setiap mahluk dan objek saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain

- Alam semesta adalah sebuah sistem yang terintegrasi

- Tidak ada yang berdiri sendiri, setiap mahluk dan objek memiliki hubungan dengan yang lain

Dengan memahami konsep holisme, kita dapat lebih memahami bagaimana alam semesta bekerja dan bagaimana kita dapat hidup lebih harmonis dengan lingkungan sekitar.

Dengan memahami teory ini maka diri kita bisa memahami bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hubungan interaksi di dunia ini, sudah terprogram sudah tertulis sesuai takdir setiap mahluk di muka bumi pada setiap sejarah perjalanan hidup manusia.

Teori Holistik Semesta memiliki hubungan yang erat dengan Hukum Sebab Akibat dan Reinkarnasi.

Hukum Sebab Akibat

Hukum Sebab Akibat menyatakan bahwa setiap tindakan atau kejadian memiliki konsekuensi atau akibat. Dalam konteks Holistik Semesta, Hukum Sebab Akibat berarti bahwa setiap mahluk dan objek saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain, sehingga setiap tindakan atau kejadian memiliki dampak pada keseluruhan sistem.

Reinkarnasi

Reinkarnasi adalah konsep yang menyatakan bahwa jiwa atau kesadaran mahluk dapat berpindah dari satu tubuh ke tubuh lain setelah kematian. Dalam konteks Holistik Semesta, Reinkarnasi berarti bahwa jiwa atau kesadaran mahluk adalah bagian dari keseluruhan sistem, dan bahwa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dalam satu kehidupan dapat mempengaruhi kehidupan selanjutnya.

Hubungan antara Holistik Semesta, Hukum Sebab Akibat, dan Reinkarnasi

1. Kesadaran kolektif: Holistik Semesta menyatakan bahwa kesadaran mahluk adalah bagian dari keseluruhan sistem, sehingga setiap mahluk memiliki kesadaran kolektif yang terhubung dengan yang lain.

2. Kausalitas: Hukum Sebab Akibat menyatakan bahwa setiap tindakan atau kejadian memiliki konsekuensi, sehingga setiap mahluk memiliki tanggung jawab atas tindakan mereka dan harus menghadapi konsekuensinya.

3. pReinkarnasi: Reinkarnasi berarti bahwa jiwa atau kesadaran mahluk dapat berpindah dari satu tubuh ke tubuh lain, sehingga setiap mahluk memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan mengembangkan diri dalam kehidupan selanjutnya.

Dengan memahami hubungan antara Holistik Semesta, Hukum Sebab Akibat, dan Reinkarnasi, kita dapat lebih memahami bagaimana alam semesta bekerja dan bagaimana kita dapat hidup lebih harmonis dengan lingkungan sekitar.

Dalam konsep ini yaitu takdir hidup yang tidak bisa dipisahkan dan terhubung antara mahluk lain dan semesta, saling terkait seperti hal nya anyaman tikar bambu yang pada ujung nya akan bertemu, maka menurut penulis ada kaitan dengan filosofi tujuan hidup untuk apa kita terlahir di dunia, dan setelah itu mau dibawa kemana serta kita sebelum ini dari mana. 

Tujuan hidup sangat syarat dengan prinsip-prinsip spiritual dan filosofis yang menekankan pentingnya pengembangan diri, kasih sayang, yaitu untuk mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi dan mengenal jati diri 

Tujuan Hidup

- Mengenal diri sendiri dan memperbaiki diri secara terus menerus untuk menemukan jati diri yang penuh cinta 

- Memberikan kasih sayang dan berguna bagi sesama

- Menghilangkan karma masa lalu dan terbebas dari karma

- Mencapai nirwana atau kesadaran spiritual yang lebih tinggi

Prinsip-Prinsip Spiritual

- Pengembangan diri dan kesadaran spiritual dan menemukan jati diri 

- Kasih sayang dan empati kepada sesama

- Kebaikan dan kebajikan

- Pembebasan dari karma dan pencapaian nirwana

Dengan menjalani hidup sesuai dengan prinsip-prinsip ini, kita dapat mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Banyak tradisi spiritual dan filosofis yang percaya bahwa kita semua berasal dari alam kelangitan atau dimensi spiritual sebelum lahir di dunia. Alam kelangitan seringkali diartikan sebagai tempat asal kita, tempat kita berasal sebelum memasuki kehidupan di bumi.

Asal Kita

- Sebelum lahir di dunia, kita berasal dari alam kelangitan atau dimensi spiritual

- Alam kelangitan adalah tempat asal kita, tempat kita berasal sebelum memasuki kehidupan di bumi

- Kita datang ke dunia dengan membawa misi dan tujuan tertentu, seperti mengembangkan diri, belajar, dan berbagi kasih sayang

Konsep Alam Kelangitan

- Alam kelangitan seringkali diartikan sebagai tempat yang lebih tinggi, tempat yang lebih suci dan lebih dekat dengan Tuhan

- Alam kelangitan adalah tempat kita dapat mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi dan mendekatkan diri kepada Tuhan

- Kita dapat kembali ke alam kelangitan setelah meninggalkan dunia, jika kita telah mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi dan telah menyelesaikan misi kita di dunia.

Dengan memahami konsep alam kelangitan, kita dapat lebih memahami tujuan hidup kita dan bagaimana kita dapat mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.

Penulis adalah pemerhati sosial budaya tinggal di jakarta

Posting Komentar

Posting Komentar