Detail Serangan
- Target: Lima kota besar Iran, termasuk Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah
- Keterlibatan Israel: Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menjalankan operasi "Roaring Lion" untuk melumpuhkan ancaman rudal strategis Iran
- Respons Iran: Serangan balasan dengan gelombang rudal dan drone ke Israel dan basis militer AS di Timur Tengah
Dampak Global
- Delapan negara di Timur Tengah menutup ruang udara, menyebabkan gangguan besar pada penerbangan global
- Sistem pertahanan udara di negara-negara Teluk diaktifkan untuk menghadapi serangan Iran
Situasi ini masih berkembang, dan dunia internasional memantau dengan cermat.
PresidennDonald Trump menyatakan serangan militer skala penuh dilakukan untuk menghukum orang jahat yang bisa membahayakan keamanan Amerika dan harus di akhiri, peryanyaan selanjutnya, dalam kontek kepentingan dan sudut pandang yang mana bisa di sebut antara terang melawan gelap, antara benar melawan salah?
Seorang pakar ekonomi dan akademisi Jeffrey Sachs, seorang ekonom dan akademisi Amerika, memang pernah menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah melakukan intervensi politik dan penggulingan rezim pemerintahan di negara lain sebanyak 70 kali antara tahun 1947 hingga 1989.
Namun, perlu diingat bahwa angka ini tidak dapat diverifikasi secara independen dan mungkin berbeda-beda tergantung pada sumber dan definisi "intervensi" yang digunakan.
Beberapa contoh intervensi Amerika Serikat yang terkenal termasuk:
- Iran (1953): CIA membantu menggulingkan pemerintahan Mohammad Mossadegh dan mengembalikan Shah Iran ke tampuk kekuasaan.
- Guatemala (1954): CIA membantu menggulingkan pemerintahan Jacobo Arbenz dan menggantinya dengan pemerintahan militer.
- Kongo (1960): CIA membantu menggulingkan pemerintahan Patrice Lumumba dan menggantinya dengan pemerintahan Mobutu Sese Seko.
- Chili (1973): CIA membantu menggulingkan pemerintahan Salvador Allende dan menggantinya dengan pemerintahan Augusto Pinochet.
Intervensi Amerika Serikat di negara lain seringkali dipicu oleh kepentingan geopolitik, ekonomi, dan keamanan nasional. Namun, intervensi ini juga seringkali dikritik karena melanggar kedaulatan negara lain dan menyebabkan kerugian bagi masyarakat lokal.
Demikian juga seorang pakar ekonomi ternama John Perkins dalam bukunya "Confessions of an Economic Hit Man" membahas tentang bagaimana Amerika Serikat menggunakan strategi ekonomi untuk menguasai negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Perkins, yang merupakan seorang "Economic Hit Man" (EHM), menjelaskan bagaimana ia dan timnya menggunakan laporan keuangan yang berputar, pemilihan yang curang, penyuapan, dan pemerasan untuk mempengaruhi kebijakan ekonomi negara-negara tersebut.
Dalam buku ini, Perkins juga membahas tentang bagaimana Amerika Serikat menggunakan lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan IMF untuk mengendalikan perekonomian negara-negara yang sedang berkembang. Ia juga menjelaskan bagaimana negara-negara berkembang dijebak dalam utang yang tidak dapat dibayar, sehingga mereka terpaksa mengikuti kebijakan ekonomi yang diinginkan oleh Amerika Serikat.
Perkins juga membahas tentang bagaimana Indonesia menjadi salah satu korban dari strategi EHM, dan bagaimana negara ini dijebak dalam utang yang besar untuk proyek-proyek pembangunan yang tidak menguntungkan bagi rakyat Indonesia
Dalam situasi yang tidak menentu ini tentu akan berdampak pada ekonomi global, termasuk indonesia, ditengah baru saja ditanda tangani nya pemyelesaian secara damai soal jalur gaza untuk palestina merdeka rasanya akan sangat berpengaruh, dan sulit untuk dilaksanakan mengingat secara mengejutkan Tiba tiba Amerika serikat dan israel melancarkan serangan udara dalam skala penuh kewilayah iran.
Teory domino
Teori domino memang bisa menjadi faktor yang memperluas konflik antara Iran dan Amerika Serikat/Israel, yang berpotensi melibatkan Rusia dan sekutunya. Teori ini awalnya dikembangkan pada masa Perang Dingin, yang menyatakan bahwa jika satu negara jatuh ke dalam pengaruh komunis, negara-negara sekitarnya akan mengikuti jejaknya
Dalam konteks saat ini, jika Iran berhasil mempertahankan diri dari serangan Amerika Serikat/Israel, hal ini bisa meningkatkan pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah dan meningkatkan kemungkinan negara-negara lain di kawasan tersebut untuk meningkatkan kerja sama dengan Iran. Rusia, yang telah memiliki hubungan baik dengan Iran, mungkin akan semakin terlibat dalam konflik ini untuk melindungi kepentingannya di kawasan tersebut
Namun, perlu diingat bahwa teori domino bukanlah kepastian, dan banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi jalannya konflik ini, seperti kepentingan nasional, diplomasi, dan kekuatan militer. Selain itu, Rusia juga memiliki kepentingan sendiri di kawasan tersebut, dan mungkin tidak ingin terlibat dalam konflik yang dapat memperburuk hubungannya dengan Barat
Indonesia sebagai negara non blok dengan politik luar negeri bebas aktif harus mencermati betul situasi ini, walaupun berdampak secara ekonomi tapi harus dijaga jangan sampai berdapak pada politik baik secara geo politik maupun geo strategis yang bisa merugikan bangsa ini kedepan.
Peperangan selalu membawa dampak kehancuran baik secara ekonomi, maupun secara peradaban manusia bisa musnah, akibat kepentingan dari pemimpin pemimpin negara adi daya yang punya agenda dan pertimbangan politik dimana perang sebagai ajang bisnis demi keuntungan ekonomi, dan hegemoni Global
Penulis adalah pengamat sosial budaya, politik dan hukum



Posting Komentar