Retorika.space - Perang Iran Melawan Amerika dan Israel telah memasuki dua pekan, tiada-tanda iran akan kalah atau menyerah, justru Amerika dan Israel terseret dalam skenario perang Asimetris panjang dan berlarut larut, dengan demikian analisis dari Pakar China prof Jian Xueqine bahwa Amerika akan mengalami kekalahan seperti hal nya dengan vietnam akan jadi kenyataan.
Prof Jian juga memaparkan analisanya bahwa Iran akan mempersatukan negara negara islam.di timur tengah tidak lagi memandang sunny maupun syiah untuk merevolusi melawan kolonialisasi Amerika yang sudah berlangsung hampir 50 tahun, dimana Negara negara Teluk persia, baik Oman, Qatar, Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, menggunakan petro dolar dalam pembayaran minyak, yang hasil nya juga diinvestasikan pada perusahaan perusahaan besar di Eropa dan Amerika yang tujuan nya adalah memperkuat mata uang dolar di kancah Global yang tetap bisa mendominasi ekonomi dunia, kata Prof Jian.
Penyatuan dunia islam adalah bukan hal yang mustahil, dan mungkin saja terjadi, seiring perkembangan dunia baru saat ini ditengah menurunnya Dominasi Amerika Serikat sendiri di lancah Global.
PAN Islamia adalah sebuah organisasi Islam yang didirikan pada tahun 1911 di Istanbul, Turki. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk menyatukan umat Islam di seluruh dunia dan mempromosikan kepentingan Islam.
PAN Islamia memiliki beberapa tujuan, antara lain:
- Menyatukan umat Islam: Mengatasi perbedaan dan mempromosikan persatuan di antara umat Islam
- Mempromosikan kepentingan Islam: Mempertahankan dan mempromosikan kepentingan Islam di dunia
- Menghadapi imperialisme: Menentang imperialisme dan kolonialisme yang mengancam dunia Islam
PAN Islamia memiliki peran penting dalam sejarah pergerakan kemerdekaan di beberapa negara Islam, termasuk Indonesia. Beberapa tokoh penting PAN Islamia adalah:
- Jamaluddin al-Afghani: Salah satu pendiri PAN Islamia
- Muhammad Abduh: Tokoh Islam modernis Mesir
PAN Islamia masih aktif hingga saat ini, dengan kantor pusat di Istanbul, Turki.
Bahwa Iran memiliki ambisi untuk menggunakan konsep Pan-Islamisme sebagai kekuatan politik di dunia Islam. Setelah Revolusi Islam 1979, Iran mengubah dirinya menjadi negara Islam dan mulai memproyeksikan modelnya ke luar negeri, memicu rivalitas sektarian dan aliansi strategis di Timur Tengah.
Iran menggunakan doktrin "Mengekspor Revolusi" untuk menyebarkan ideologi Islam dan mempromosikan kepentingan Islam di dunia. Mereka juga membentuk aliansi dengan kelompok-kelompok Islam di luar negeri, seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Palestina.
Namun, perlu diingat bahwa Iran juga memiliki kepentingan nasional dan geopolitik yang mempengaruhi kebijakannya. Mereka menggunakan Pan-Islamisme sebagai alat untuk meningkatkan pengaruh dan kekuasaannya di wilayah tersebut
Apakah Iran berhasil menggunakan Pan-Islamisme sebagai kekuatan politik? Itu tergantung pada perspektif dan kepentingan masing-masing pihak. Namun, yang jelas adalah bahwa Iran telah menjadi pemain penting dalam politik Islam global.
Dan jika itu terjadi maka penjualan minyak di timur tengah mungkin akan beralih menggunakan Rubbel atau yuan mata uang china.
Sejarah telah menulis Pasca perang dunia kedua setelah menyerahnya Jerman kepada sekutu, dan dijatuhkan nya bom atom Ke kota Herosima dan Nagasaki yang membuat Jepang mengambil keputusan menyerah kepada sekutu Amerika Serikat selaku pihak pemenang dalam perang saat itu, mulai mendominasi Dunia dalam bidang Geo Strategis dan politik Global dimana, dengan kekuatan ekonomi nya bisa menggenjot pengembangan tehnologi militer dan ruang angkasa, yang hampir seratus tahun mendominasi kekuatan Global.
Amerika Serikat memang tidak sendirian saat itu, dimana saat terjadi nya perang dingin ada dua Poros kekuatan dunia yang menjadi kiblat Geo Strategis dan politis yakni Amerika Serikat dan uni soviet sebelum bubar sebagai negara federasi tersebut pada Desember 1991 dan menjadi Rusia.
Seiring dengan perjalanan waktu , pasca runtuhnya uni soviet, Amerika Serikat sendiri saat ini didalam negeri kesulitan dalam memberikan lowongan pekerjaan kepada warga negara nya, akibat dari hutang luar negeri yang begitu besar, dimana presiden Donald Trums mengambil keputusan kontraversi tanpa persetujuan senat telah melancarkan serangan ke Iran bersama Israel dimana terjadi demo besar besaran di kota kota besar Amerika serikat yang menentang kebijakan pemerintah dalam upaya turut campur konflik negara lain, sebagai upaya mempertahankan Dominasi Global dan kawasan Timur Tengah tersebut
Ray Dalio, seorang investor dan penasihat keuangan terkemuka, telah memprediksi potensi penurunan pengaruh dominasi Amerika Serikat dalam beberapa aspek. Berikut beberapa poin penting dari prediksinya
- Lonjakan Utang AS: Dalio mengingatkan bahwa lonjakan utang AS dapat menimbulkan dampak berat pada ekonomi global. Utang nasional AS saat ini mencapai lebih dari USD 36,2 triliun.
- Perubahan Urutan Kekuatan Global: Dalam bukunya, "The Changing World Order: Why Nations Succeed and Fail", Dalio membahas tentang perubahan urutan kekuatan global dan bagaimana negara-negara dapat berhasil atau gagal.
- Potensi Penurunan Dominasi AS: Berdasarkan analisisnya, Dalio memprediksi bahwa AS mungkin akan mengalami penurunan pengaruh dominasi dalam beberapa dekade mendatang akibat dari masalah utang dan perubahan dinamika global.
Ditengah situasi tersebut, Rusia yang merupakan garda terdepan dalam menggagas dunia baru dalam kerjasama ekonomi, telah membentuk organisasi yang disebut BRICH. Dimana Negara-negara BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) berupaya mengurangi ketergantungan global pada dolar AS. Mereka ingin meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi, serta mengembangkan sistem keuangan alternatif untuk mengurangi dominasi dolar.
Tujuan De-Dolarisasi BRICS
- Mengurangi Ketergantungan pada Dolar: BRICS ingin mengurangi ketergantungan ekonomi mereka pada dolar AS dan meningkatkan penggunaan mata uang lokal.
- Meningkatkan Stabilitas Ekonomi: Dengan mengurangi ketergantungan pada dolar, BRICS berharap dapat meningkatkan stabilitas ekonomi mereka dan mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi nilai dolar.
- Meningkatkan Pengaruh Global: BRICS juga ingin meningkatkan pengaruh global mereka dengan mengembangkan sistem keuangan alternatif dan meningkatkan peran mata uang lokal dalam perdagangan internasional.
Upaya De-Dolarisasi BRICS
- Perdagangan dengan Mata Uang Lokal: BRICS telah meningkatkan perdagangan dengan menggunakan mata uang lokal, seperti yuan dan rubel, untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.
- Sistem Pembayaran Alternatif: BRICS juga telah mengembangkan sistem pembayaran alternatif, seperti SPFS dan CIPS, untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat.
- Pengembangan Mata Uang Digital: BRICS juga sedang mengembangkan mata uang digital untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi lintas batas
Namun, upaya de-dolarisasi BRICS masih menghadapi beberapa tantangan, seperti:
- Infrastruktur Keuangan yang Belum Mencukupi: Infrastruktur keuangan yang belum mencukupi di negara-negara BRICS membuat penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional masih terbatas.
- Ketergantungan pada Dolar dalam Perdagangan Komoditas: Perdagangan komoditas masih banyak yang menggunakan dolar sebagai mata uang utama, sehingga membuat upaya de-dolarisasi lebih sulit
Indonesia secara resmi bergabung dengan BRICS pada 8 Januari 2025, setelah diumumkan oleh Brasil sebagai ketua BRICS pada 7 Januari 2025. Keanggotaan Indonesia ini menandai babak baru dalam kerja sama multilateral Indonesia dengan negara-negara berkembang lainnya untuk mengatasi tantangan ekonomi dan politik global.
Dengan bergabungnya Indonesia, BRICS kini memiliki 10 anggota penuh, yaitu:
- Anggota Asal:
- Brasil
- Rusia
- India
- China
- Afrika Selatan
- Anggota Baru:
- Iran
- Mesir
- Ethiopia
- Uni Emirat Arab
- Indonesia
Keanggotaan Indonesia di BRICS diharapkan dapat meningkatkan kerja sama ekonomi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan antara Indonesia dengan negara-negara anggota BRICS lainnya
Sebagai negara berdaulat yang memperjuangkan kemerdekaan nya dengan revolusi fisik melawan penjajahan , Indonesia sejak didirikan oleh para pendiri bangsa (Founding Fathers) telah bercita cita sebagai negara yang bukan berorientasi pada sistem ekonomi liberal dan juga bukan sistem ekonomi sosialis, akan tetapi ambil jalan tengah memilih sistem ekonomi kerakyatan.
Ekonomi kerakyatan dalam UUD 1945 diatur dalam Pasal 33. Pasal ini menjelaskan tentang sistem perekonomian nasional yang bertujuan untuk kesejahteraan sosial dan menekankan pentingnya peran negara dalam mengatur kegiatan perekonomian.
Pasal 33 UUD 1945 secara spesifik menyebutkan:
- Perekonomian Nasional: Diarahkan untuk kesejahteraan sosial dan kemakmuran rakyat.
- Peran Negara: Negara memiliki wewenang untuk mengatur kegiatan perekonomian dan mengelola sumber daya ekonomi.
Selain Pasal 33, UUD 1945 juga menyebutkan peran negara dalam sistem ekonomi kerakyatan pada:
- Pasal 27 Ayat 2: Tentang hak dan kewajiban warga negara dalam perekonomian.
- Pasal 34: Tentang jaminan sosial dan bantuan kepada warga negara yang tidak mampu
Dalam Pembukaan UUD 1945 mengandung semangat dan prinsip-prinsip yang universal, seperti:
- Perjuangan Kemerdekaan: Pembukaan UUD 1945 menekankan pentingnya perjuangan kemerdekaan dan penentuan nasib sendiri bagi bangsa Indonesia.
- Anti-Kolonialisme: Pembukaan UUD 1945 juga mengandung semangat anti-kolonialisme dan penolakan terhadap penjajahan.
- Prinsip Keadilan dan Kesetaraan: Pembukaan UUD 1945 menekankan pentingnya keadilan dan kesetaraan bagi semua bangsa.
Bahwa Pembukaan UUD 1945 telah menjadi inspirasi bagi banyak bangsa di dunia dalam perjuangan kemerdekaan dan penentuan nasib sendiri.
Bangsa ini memang telah memilih jalur nya sendiri, disamping berorientasi ekonomi secara sistem kerakyatan dalam bidang politik juga berorientasi memilih jalan tengah sebagai negara Non Blok.
Penulis : Praktisi hukum, pemerhati masalah sosial, politik, hukum dan sejarah bangsanya.




Posting Komentar