166gda5P8JBiWKJQtoENvT1q58drvJKqaLA2JGMe
Bookmark

Sejarah Sebagai Sumber Inspirasi Dalam Perdamaian Dunia

Oleh  : Agus Widjajanto 

Retorika.space - Ditengah berkecamuk nya perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan israel, serta perang Rusia Ukraina dan penculikan presiden Nicolas Maduro dari Venezuela,  dunia memerlukan pemimpin  pemimpin yang   dipenuhi oleh pemimpin negara yang berhati mulia agar  dunia ini  menjadi tempat yang lebih damai dan indah terlepas dari kepentingan politis dan kepentingan ekonomi. Jika setiap pemimpin negara memiliki empati, kebijaksanaan, dan kemauan untuk membantu orang lain, maka konflik dan perang dapat diminimalkan.

Dalam dunia seperti itu, negara-negara akan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah global, seperti kemiskinan, perubahan iklim, dan penyakit. Rakyat dari berbagai negara akan hidup dalam harmoni, saling menghormati dan menghargai perbedaan.


Kita dapat membayangkan dunia di mana:

- Konflik dan perang menjadi hal yang langka

- Kemiskinan dan kelaparan dapat diatasi

- Lingkungan hidup dapat dilindungi dan dipelihara

- Pendidikan dan kesehatan dapat diakses oleh semua orang

- Rakyat dapat hidup dalam kebebasan dan keamanan


Dunia seperti itu memang masih menjadi impian, tetapi kita dapat berusaha untuk mewujudkannya. Dengan memiliki pemimpin yang berhati mulia dan masyarakat yang peduli, kita dapat membuat perbedaan dan menciptakan dunia yang lebih baik. Seperti contoh  keteladanan dari Sultan Turki Usmani (Ottoman) pada tahun 1847 terhadap Irlandia yang mengalami kelaparan .


Sultan Abdul Majid I dari Ottoman Turki memang pernah membantu Irlandia saat mengalami kelaparan besar pada tahun 1847. Saat itu, Sultan Abdul Majid I ingin memberikan bantuan sebesar 10.000 poundsterling, tetapi pemerintah Inggris membatasi jumlah bantuan tersebut karena Ratu Victoria hanya memberikan 2.000 poundsterling. Akhirnya, Sultan Abdul Majid I mengirimkan 1.000 poundsterling dan tiga kapal penuh makanan ke Irlandia secara diam-diam.


Bantuan ini sangat berarti bagi rakyat Irlandia, yang saat itu mengalami kelaparan besar akibat penyakit hawar kentang. Sultan Abdul Majid I bahkan mengirimkan kapal-kapal dengan bendera Ottoman ke pelabuhan Drogheda, yang kemudian menjadi simbol kemurahan hati Turki kepada Irlandia 


Kisah ini masih diingat hingga hari ini, dan bahkan ada plakat peringatan di Drogheda yang berbunyi, "Kelaparan Besar Irlandia tahun 1847 - Untuk mengenang dan mengakui kemurahan hati Rakyat Turki terhadap Rakyat Irlandia"


Kata kata Soekarno masih terngiang ngiang dalam telinga, JAS MERAH (jangan sekali kali melupakan sejarah) karena  Belajar sejarah memang sangat penting untuk mengambil pelajaran berharga dan membuat keputusan yang lebih baik. Sejarah dapat memberikan kita wawasan tentang bagaimana orang-orang di masa lalu menghadapi tantangan, membuat keputusan, dan mengatasi masalah.


Dengan mempelajari sejarah, kita dapat:

- Menghindari kesalahan masa lalu

- Mengambil inspirasi dari keberhasilan orang-orang di masa lalu

- Memahami konteks dan akar masalah saat ini

- Membuat keputusan yang lebih tepat dan bijak


Jadi, mari kita terus belajar dari sejarah dan mengambil pelajaran berharga untuk menciptakan masa depan yang lebih baik


Dalam pidato nya yang berapi api Bung karno menyatakan bahwa jikalau saudara saudara jadi pemeluk moeslim jadilah moeslim Indonesia yang berbudaya dan adat istiadat Indonesia bukan jadi orang Arab, jikalau ingin jadi seorang Nasrani juga jadilah nasrani Indonesia bukan nasrani yahudi, demikian juga jika saudara saudara  jadi pemeluk  hindu maupun budha jadilah pemeluk  hindu dan budha indonesua, bukan jadi orang India, 


Bung Karno memang sangat menekankan pentingnya menjaga identitas dan budaya Indonesia, serta tidak meniru budaya asing secara buta. Dalam pidatonya, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi diri sendiri, dengan mempertahankan nilai-nilai dan budaya yang baik, serta tidak melupakan akar-akar keindonesiaan.


Pesan Bung Karno ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana globalisasi dan modernisasi dapat membuat kita kehilangan jati diri dan budaya. Dengan menjadi diri sendiri dan mempertahankan budaya, kita dapat membangun Indonesia yang kuat dan beridentitas.


Ajaran luhur nenek moyang kita Sudah mengajarkan dimana memang sangat kaya dan relevan dengan  kepemimpinan modern. Filosofi Jawa seperti "Jer Basuki Mowo Beo" (Hidup harus ada manfaat bagi orang lain), "Tut Wuri Handayani" (Memimpin dengan memberikan contoh dan membimbing dari belakang), dan "Ing Ngarso Sung Tulodo" (Memimpin dengan memberikan contoh yang baik) sangat relevan dengan konsep kepemimpinan yang efektif.


Ajaran-ajaran ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang melayani, memberikan contoh, dan membimbing, bukan hanya memerintah. Ini sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern yang memerlukan pemimpin yang dapat memimpin dengan integritas, empati, dan komitmen untuk melayani.


Dengan mengambil inspirasi dari ajaran luhur nenek moyang kita, kita dapat membangun kepemimpinan yang lebih baik dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.


Karena pemimpin sejati memang harus memiliki komitmen dan tindakan kemanusiaan yang nyata, bukan hanya retorika kosong. Mereka harus mampu memimpin dengan contoh dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.


Dalam konteks Indonesia, memang ada banyak tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, seperti kesulitan ekonomi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial. Oleh karena itu, pemimpin Indonesia harus fokus pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi masalah-masalah tersebut, sebelum mencoba menjadi penengah konflik global.


Kita perlu pemimpin yang dapat memimpin dengan integritas, kejujuran, dan komitmen untuk melayani masyarakat, bukan hanya mencari popularitas atau kekuasaan. Pemimpin seperti itu akan diingat oleh sejarah dan masyarakat, bukan hanya karena retorika mereka, tetapi karena tindakan nyata mereka dalam meningkatkan kehidupan masyarakat.


Salah satu ajaran luhur adalah ajaran Wulang Reh yang merupakan  ajaran kepemimpinan yang berasal dari tradisi Jawa, yang berisi tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik dan bijak. Beberapa prinsip utama dari ajaran Wulang Reh adalah:

- Luhur budi (berbudi luhur): memiliki moral dan etika yang tinggi

- Lestari basa (berbahasa yang baik): berbicara dengan sopan dan bijak

- Waspada ing samubarang (waspada dalam segala hal): selalu waspada dan siap menghadapi tantangan

- Ing ngarso sung tulodo (memimpin dengan contoh): memimpin dengan memberikan contoh yang baik


Ajaran Wulang Reh dapat diadopsi pada masa modern sebagai pedoman kepemimpinan yang efektif, karena menekankan pentingnya integritas, etika, dan kepedulian terhadap masyarakat.


Indonesia sendiri  pernah memberikan bantuan cuma-cuma ke negara lain. Salah satu contohnya adalah pada tahun 1946, Indonesia mengirimkan bantuan beras ke India yang saat itu sedang dilanda bencana kekeringan dan kelaparan.


Selain itu, Indonesia juga pernah memberikan bantuan kemanusiaan ke beberapa negara, seperti:

- Yaman, Sudan, dan Palestina pada tahun 2024, dengan total bantuan senilai 3 juta USD

- Zimbabwe pada tahun 2022, berupa obat-obatan dan alat kesehatan

- Filipina saat terjadi konflik dengan Fron Pembebasan Islam Moro

- Myanmar dan negara-negara Pasifik lainnya


Indonesia juga telah menjadi anggota aktif dalam berbagai organisasi internasional, seperti ASEAN dan PBB, dan telah memberikan kontribusi dalam upaya kemanusiaan dan pembangunan di berbagai negara


Indonesia memang telah terlibat dalam pembangunan masjid di Palestina. Salah satu contohnya adalah Masjid Istiqlal Indonesia Gaza, yang dibangun pada tahun 2019 dan diresmikan pada Februari 2022. Masjid ini memiliki kapasitas 5.000 jamaah dan dilengkapi dengan fasilitas seperti sumur bor, mesin desalinasi air, dan sound system.


Selain itu, ada juga proyek pembangunan Masjid Syekh Ajlin di Gaza, yang didukung oleh Wakaf Salman ITB. Masjid ini dirancang dengan bentuk unik seperti PS5 dan diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat Palestina 


Pembangunan masjid-masjid ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kemanusiaan di Palestina.


Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah membangun masjid semi permanen di Jalur Gaza, Palestina, sebagai upaya membantu pemulihan masyarakat Gaza yang terdampak konflik. Salah satu masjid yang telah selesai dibangun adalah Masjid di kawasan Shuja'iyya, Gaza Utara, yang berdiri di atas reruntuhan bekas Masjid Bseiso yang hancur akibat serangan Israel.


DMI berencana membangun 100 masjid semi permanen di Gaza, dan telah menyelesaikan pembangunan masjid kedua di Jalur Gaza. Masjid-masjid ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi warga setempat, serta simbol keteguhan dan semangat warga Gaza dalam menghadapi konflik


Pembukaan UUD 1945 sendiri tertulis bahwa segala bentuk penjajahan harus dihapuskan diatas dunia, demi keadilan sosial dan perdamaian dunia. Bahwa kemerdekaan itu sendiri adalah hak segala bangsa. Amanat kontitusi tersebut dengan jelas tertulis dan harus dijadikan pedoman setiap pemimpin kedepan, namun dalam kontek menciptakan perdamian dan keadilan sosial, harus dimulai dari kondisi masyarakat Indonesia terlebih dahulu, dimana kemerdekaan yang sejati harus benar benar telah tercapai dimana keadilan secara hukum dan keadilan secara ekonomi, kemandirian sebagai bangsa yang merdeka secara utuh hingga bangsa ini sejajar secara strata ekonomi, dan sosial serta kekuatan deplomasi dan militer nya dengan negara negara besar baru bisa melaksanakan isi pembukaan dari UUD 1945 tersebut, untuk menciptakan perdamaian dunia. Tanpa hal tersebut hanya retorika dimana dunia belum memandang eksistensi kita sebagai bangsa yang besar dan disegani 


Kita harus ambil pelajaran berharga dari Kasus Iran, dimana puluhan tahun di Embargo Amerika Serikat dan sekutunya, tanpa ada IMF, Bank Dunia, Bank pembangunan Asia, Tiada WHO, dan dengan begitu justru tidak ada covid dan tidak harus melakukan vaksinasi terhadap rakyat nya. Dengan kondisi dikucilkan secara ekonomi, iran bangkit tumbuh dengan kekuatan sendiri, yang secara mandiri mengejutkan Dunia, mampu menciptakan rudal jarak jauh 2000 Km, dengan Kecepatan 15 kali kecepatan suara, yang mampu menjebol Iron Dom tercanggih milik Israel. Kekuatan dari dalam sendiri secara mandiri baik dalam bidang ekonomi, maupun sosial dan militer nya iran tetap teguh mempertahan kan budaya nya, yang jadi pembelajaran kita Indonesia, mengapa kita tidak mampu dan meniru semangat Jihat negara seperti Iran?. Apa kita bangsa yang lemah, atau para pemimpin yang lemah? Lawan akan takut oleh sekelompok domba dipimpin seekor harimau, dari pada sekelompok harimau tapi dipimpin oleh Domba. Belajar lah dari sejarah dan jangan sekali kali melupakan sejarah.


Penulis adalah praktisi hukum pemerhati sosial budaya dan sejarah

0

Posting Komentar