166gda5P8JBiWKJQtoENvT1q58drvJKqaLA2JGMe
Bookmark

Kapolri–Sultan HB X Pantau Mudik di Stasiun Tugu, Lonjakan Penumpang Terkendali

Retorika.space - Listyo Sigit Prabowo bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X turun langsung memantau arus mudik Lebaran di Stasiun Tugu Yogyakarta, Kamis (19/3). Peninjauan ini menegaskan keseriusan pemerintah dan aparat dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat jelang Idulfitri 2026.

Dari hasil pemantauan di lapangan, arus kedatangan penumpang terpantau meningkat namun tetap terkendali. Kapolri mengungkapkan, jumlah penumpang yang tiba mencapai sekitar 55 ribu orang, naik dari sebelumnya 54 ribu. Sementara itu, puncak kedatangan pada hari ini diperkirakan menyentuh angka 11 ribu penumpang.

“Lonjakan ini masih dalam batas terkendali. Kami pastikan seluruh layanan berjalan optimal,” ujar Sigit.

Di tengah peningkatan arus mudik, ketersediaan kursi kereta api masih relatif aman. Tercatat sekitar 45 ribu tempat duduk masih tersedia, memberi ruang bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk tetap memilih moda transportasi kereta.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolri bersama jajaran turut memeriksa berbagai titik krusial pelayanan, mulai dari area keberangkatan dan kedatangan hingga fasilitas pendukung operasional. Pemeriksaan kesehatan masinis juga menjadi perhatian utama guna memastikan seluruh petugas dalam kondisi prima saat bertugas.

Tak hanya itu, inovasi pelayanan berbasis digital turut diperkenalkan melalui aplikasi “Si Parjo”, yang membantu pemudik memantau ketersediaan lahan parkir di sekitar stasiun—sebuah solusi praktis di tengah tingginya mobilitas kendaraan.

Secara umum, Kapolri menegaskan situasi keamanan dan pelayanan di Stasiun Tugu Yogyakarta dalam kondisi baik, tanpa adanya keluhan signifikan dari masyarakat.

Di sisi lain, tren positif juga tercatat pada angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik tahun ini. Kapolri menyebut terjadi penurunan hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini capaian yang harus kita jaga hingga arus balik selesai,” tegasnya.

Puncak arus balik sendiri diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026. Untuk itu, masyarakat—khususnya pengguna kendaraan pribadi—diimbau tetap mengutamakan keselamatan, memanfaatkan rest area, serta tidak memaksakan diri saat lelah di perjalanan.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri juga menyempatkan diri menyapa para penumpang, sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada petugas dan bingkisan bagi pemudik sebagai bentuk perhatian di tengah perjalanan panjang mereka.

Peninjauan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang melibatkan Polri dan berbagai pemangku kepentingan. Operasi ini bertujuan memastikan arus mudik dan balik Lebaran berlangsung aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh masyarakat.

0

Posting Komentar